KESURUPAN

on Rabu, Maret 28
Hampir seluruh Indonesia pasti ada yang kesurupan , kesurupan mungkin terjadi karna pikiran kosong atau dalam keadaan melamun , banyak tekanan , seperti kesurupan massal yang ada di setiap sekolah smp atau sma , coba kalian amati setiap kesurupan massal pasti murid smp kelas 3 atau sma kelas 3 dan wanita ,

karna mereka takut dan sangat tertekan dengan tingginya beban akademis, jam pelajaran yang sangat panjang yang melelahkan fisik dan mental mereka, muatan pelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan ditambah lagi adanya UN atau Ujian Nasional. Mereka semua ketakutan. Mereka secara terus menerus mengalami tekanan mental. Hingga pada satu saat, karena sudah melebihi ambang batas , murid-murid ini, tidak bisa melawan apa yang mereka hadapi, akhirnya memilih lari dan terjadilah kesurupan , begitu satu orang kesurupan ,maka secara cepat menyebar ke lain .

Menurut pemahaman masyarakat
bila seseorang sedang kesurupan maka ia akan bertindak atau berperilaku bukan seperti dirinya yang biasa. Seakan-akan ada pribadi atau makhluk lain yang sedang menguasai orang ini. Pribadi atau mahkluk ini ada yang bisa diajak komunikasi. Ada juga yang tidak bisa. Ada yang punya nama dan ada juga yang tidak. Biasanya akan terjadi perubahan yang jelas pada aspek fisik. Misalnya cara bicara, suara, bahasa tubuhnya berbeda dari biasanya. Sering terjadi, saat kesurupan, orang bisa berbicara dengan bahasa yang biasanya tidak pernah ia gunakan.

Jenis kesurupan pun bebagai macam , ada yang kesurupan bangsa “Jin” dan ada pula kesurupan “roh” manusia yang sudah meninggal dan yang lainnnya ,.


Contoh kesurupan biasa dan cara mengatasi kesurupan :

Sanah (bukan nama sebenarnya) adalah ibu rumah tangga beranak dua yang hidupnya cukup menderita. Hal ini disebabkan Budi (bukan nama sebenarnya) suami Sanah jarang mau bekerja, hobbinya mabuk-mabukan dan main judi. Sehingga hutang Sanah di tetangga untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya semakin banyak. Hidup Sanah semakin hari semakin tertekan. Seharian dia sering melamun.

Suatu hari sewaktu Sanah melamun, tiba-tiba kepalanya merasa pening, kemudian jatuh seperti pingsan tidak sadarkan diri. Tetapi tak lama kemudian dia kejang-kejang sehingga menarik perhatian orang lain. Pandangan matanya kosong dan giginya rapat kuat kemudian seperti dia berbicara sesuatu yang tidak karuan. Suasana yang begitu itu membuat keluarganya panik, takut dan cemas. Sehingga banyak tetangga yang datang menjenguk. Ada juga beberapa orang yang berusaha menolong menyadarkan Sanah, tetapi sia-sia. Bahkan Sanah mengamuk mencekik suaminya.

Kebetulan salah satu tetangganya ada yang  bisa menyembuhkan namanya Jumiran. Jumiran yang baru pulang dari kebun dijemput anak Sanah yang besar. Jumiran pun segera mendatangi rumah Sanah. Sesampai di rumah Sanah, Jumiran menjabat tangan Sanah sambil menyaluri tenaga dalam.

“Aduuuh, panas !” keluh 'roh' yang menyurupi Sanah.
“Siapa kau ?!” bentak Jumiran.
“Apa itu perlu ?” tanya 'roh' tadi.
“Sudah tentu perlu sekali” jawab Jumiran.
“Namaku Sri Wulan”
“Kamu bangsa jin atau roh manusia ?” tanya Jumiran.
“Aku adalah peri dari golongan bangsa jin juga”
“Asalmu dari mana ?” tanya Jumiran.
“Aku penghuni pohon beringin di tepi sungai itu”
“Apa kau beragama Islam ?”
“Aku pernah mendengar agama Islam tetapi aku belum mendalaminya” jawab peri tadi.
“Mengapa kau mengganggu Sanah ?”
“Aku tidak mengganggu, bahkan aku merasa kasihan dengan Sanah”
“Hah kasihan ?!”
“Ya aku merasa kasihan atas penderitaan panjang yang ditanggung Sanah” jawab peri.
“Bukankah dengan cara ini Sanah dan keluarganya akan terganggu ?” kata Jumiran.
“Dengan cara demikian aku bisa mencekik Budi suami Sanah untuk memberi pelajaran padanya” kata peri beralasan.
“Apa salah pak Budi kamu musuhi ?”
“Dia selalu menyiksa batin Sanah. Dia sering mabuk-mabukan dan hampir setiap hari berjudi tanpa memperhatikan anak-anak dan isterinya” kata peri menjelaskan.
“Tapi kau harus keluar dari tubuh Sanah sekarang juga !” perintah Jumiran.
“Sebelum mencekik si Budi aku tidak mau keluar dari tubuh Sanah” kata peri menolak.
“Apa kau berani melawanku ?” tanya Jumiran.
“Hai, kau anak kemarin sore mau menantangku !?”
“Ini rasakan !” kata Jumiran sambil memegang ketiak Sanah untuk dipencet.
“Aduuuh....sakit panas sekali !” kata peri kesakitan.
“Mau keluar dari tubuh Sanah atau enggak !!” kata Jumiran sambil menyaluri tenaga dalam.
“Aduuuh tobat !! Baiklah aku keluar !” kata peri sambil lepas dari tubuh Sanah.

Begitu peri pergi dari tubuh Sanah, dia lemas tetapi Sanah langsung sadar.
“Oh ada apa ini semua ?” tanya Sanah.
Jumiran mendekati Sanah sambil menjelaskan semua kejadian yang menimpanya.

Nampaknya sejak itu Budi suami Sanah tidak lagi main judi dan mengurangi minum-minuman keras. Mulai kejadian itu Budi menjadi suami yang bertanggung jawab.

Yang dilakukan oleh Jumiran itu sebenarnya biasa saja yaitu menekan ketiak orang yang kesurupan sambil disaluri tenaga dalam. Tenaga dalam yang banyak dimiliki oleh umumnya perguruan tenaga dalam.

Memang untuk jenis jin yang berilmu sedang-sedang saja cukup diatasi dengan tenaga dalam biasa. Tetapi untuk jenis jin yang berilmu tinggi harus digunakan ilmu khusus untuk menundukkannya. Misalnya dengan bacaan ayat Kursi atau dengan Aji Inti Lebur Saketi, Kumorogeni dan sebagainya.
"Untuk jenis jin yang berilmu tinggi harus digunakan ilmu khusus untuk menundukkannya".

*Tips : kalo gak mau kesurupan , pertebal iman , karna dengan iman yang tebal semua hal yang tidak di inginkan mungkin tidak akan terjadi .


Sekian tentang kesurupan yang saya ketahui semoga bisa menambah pengetahuan anda

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Comments