KEIKHLASAN MEMBERI

on Rabu, Maret 21
Dulu ada seorang anak yang hobi sekali bersepeda , setiap hari – harinya dia sering bersepeda atau goes( anak smp ) , mau ke sekolah atau ke mana aja pake sepeda ,
Pada saat pulang sekolah ban sepedanya ada yang kempis , si Anak pun membawanya ke tempat bengkel terdekat , sesampai di situ , ia nampak sedang sibuk memperbaiki sebuah motor yang rusak parah . Begitu si Anak datang , si Anak pun di suruh duduk .
“Sibuk Pak ? , - Tanya si anak .
“Iya nih , lagi banyak kerjaan. Ada yang bisa di bantu dek?,“, katanya sambil melepas pekerjaanya yang sedang ia kerjakan .
“Si anak pun menceritakan apa maksudnya , dan ia pun langsung mengecek ban sepeda nya  tersebut , kurang 5 menit , ban sepeda yang kempis kembali seperti semula .
“Jadi berapa Pak ?,” Tanya si anak ,ketika semuanya selesai .
“Jawab ia ,” gak usah , cuma gitu aja ko , ( ban sepeda nya gak miris cuman kempis aja ). Sudah tidak usah.” Ucapnya sambil mengerjakan pekerjaanya yang sempat tertunda oleh kedatangan si anak tersebut .
“Pak , Jangan begitu . Berapa ?,” , Kembali si anak bertanya , . Dia pun Menjawab dengan hal yang sama , namun si anak terus memaksa .
“Ya sudah, seribu saja.”, akhirnya Bapak itu berkata , mungkin karna si anak terus memaksa .

Seribu ! Uang yang sangat kecil , lebih muranh dengan harga yang kita beli , lebih kecil dari uang yang parker yang kita berikan di mall. Tapi di balik uang “seribu” yang di sebutkan Bapak tersebut, ada sesuatu yang lebih mahal , bahkan tidak ternilai .
Apkah itu ? KEIKHLASAN MEMBERI.
Bisakah kita meluangkan waktu kita untuk orang lain yang membutuhkan kita, meskipun saat itu kita sedang sibuk? Bisakah kita menolong orang lain dengan harta, tenaga, atau ilmu yang kita punya? Dan bisakah kita melakukan semua itu tanpa pamrih? Jika jawabannya belum bisa, saatnya kita belajar lagi mengenai arti memberi, dengan sebuah keikhlasan di dalamnya. Tanamkan sejak sekarang !

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Comments